Self Love: Kembangkan Potensi, Temukan Passion, Ciptakan Branding


Di kehidupan yang kita jalani tentunya kita melakukan sebuah interaksi dan hubungan yaitu, Hablum minallah, hablum minannas merupakan dasar seorang yang beragama islam dalam menjalani kehidupan didunia. Hablum minallah artinya hubungan kita (makhluk) dengan Allah (penciptanya), hablum minannas artinya hubungan kita dengan manusia lain. Kita sebagai seorang hamba, tidak bisa dikatakan sudah menjalin hubungan dengan Allah (pencipta kita) selama belum bisa menjalin hubungan dengan manusia lainnya dengan baik, seperti dengan tetangga, teman, guru, bahkan orang tua. kedua hubungan itulah yang harus kita lakukan dengan baik. Selain harus memiliki hubungan baik dengan Allah dan juga orang-orang sekitar kita, tentu kita harus bisa memiliki hubungan yang baik kepada diri kita sendiri, salah satunya mengenali diri sendiri.
Siapa yang pengen eksis? pasti tentu semua ingin selalu eksis dan diakui keberadaannya. Untuk diakui keberadaannya, aktualisasi diri, ini merupakan salah satu dasar kebutuhan manusia. Nah, untuk diakui keberadaannya ini kita butuh yang namanya kemampuan personal branding. Yang mungkin ada yang mengatakan ngapain sih personal branding itu.
Apa sih yang terlintas dalam pikiran teman-teman mengenai “Personal Branding” itu?  Kadang personal branding itu hanya diperuntukkan pada kisaran bisnis saja. Akan tetapi, personal branding ini juga saat ini sangat dibutuhkan  oleh semua aspek. Bicara mengenai personal branding sebenarnya kita bicara tentang “value” (nilai) diri kita, citra kita, bagaimana kita dikenal oleh seseorang.  Kemudian Sebenarnya ketika kita berbicara tentang personal branding ini juga adalah cara bagaimana kita memasarkan diri kita kepada orang lain, bagaimana cara kita memperkenalkan diri kita kepada orang lain dan disinilah yang disebut sebagai brand value.” Kemudian Personal branding juga ini dikatakan sebagai persepsi orang terhadap kita.
Untuk melakukan semua hal itu tentunya kita harus memiliki kepribadian yang positif, dan kepribadian positif ini pastinya juga harus tanya kepada diri kita “apasih atau siapa sih diri kamu, kamu tuh pengen dikenal sebagai apasih, who you are?” terus yang kedua “apa yang kamu yakini.Untuk memperkenalkan diri kita ke orang lain yang harus kita lakukan itu mengenal diri sendiri terlebih dahulu sebelum kita mengenal orang. Jangan sampai hanya orang lain yang tahu kehidupan kita tetapi dengan dirinya sendiri kita tidak tahu. Nah, ini merupakan awal ketika kita ingin membrandingkan diri kita terhadap publik. Yang tahu tentang diri kita sendiri yaa diri kita.
Bagaimana sih membangun personal branding? Teman-teman, saya bisa dikatakan sebagai orang yang tidak mengikuti organisasi-organisasi, tapi disisi lain saya selalu mencari komunitas-komunitas untuk tempat saya belajar. Gimana sih cara bangun personal brandingnya? Saya selalu meromantitasikan hidup saya dengan cara melakukan habits mengabadikan kegiatan-kegiatan atau hobi yang disuka. Melakukan hal-hal positif yang bisa membuat diri  untuk selalu tumbuh. Seperti  mulailah untuk suka dalam membaca, melukis. Atau ada contoh lain mungkin dari teman-teman yang pandai dalam bermedia. Misalnya, sama hal nya dengan membuat konten, fotografi, editing segera hasilkan karya. Lakukan itu secara konsisten saat lelah istirahatlah tapi bukan menyerah. Ketika energi sudah kembali terkumpul maka lakukan lagi ,ulangi lagi, evaluasi lagi dengan sendirinya maka kita akan dikenal sebagai seseorng yang memiliki aktivitas dalam bermedia. Kita harus temukan passion diri kita sendiri. Untuk memulainya memang sesuatu tidak mudah tapi pelan-pelan dan berproses tentunya. ikuti apapun kegiatan yang mendukung juga berpositif, rasakan kegiatan apa yang bikin kita senang dan mau melakukannya berulang-ulang, mulai fokus satu hal dan tekuni skillnya, kemudian percaya diri. 
Dengan mengacu pada Al-Quran dan Hadits, umat Islam diajarkan untuk mencintai diri mereka sendiri dengan tidak melewati batas-batas yang ditetapkan oleh Allah. Self-love yang sejalan dengan ajaran Islam mendorong individu untuk menghargai dan mengoptimalkan potensi yang diberikan Allah, serta menghindari sikap sombong atau menyombongkan diri. 
Untuk itu, setelah teman-teman mulai punya self awareness, mulai sadar nih dengan kelebihan temen-temen. Yuk kita mulai dari langkah kecil segera hasilkan karya. Jangan tunggu sempurna untuk memulai sesuatu, mulai dulu pelan-pelan kita sempurnakan. Nah, dalam proses menyempurnakan ini kita bakalan berprogress, dan bertumbuh. Itu sebuah kepastian ,dari yang awalnya mungkin biasa aja, mulai kita menjadi baik. Dari yang udah baik menjadi lebih baik dari yang udah lebih baik menjadi yang terbaik. Kita mencapai titik the best version of yourself.

“Tidak usah berusaha untuk jadi orang lain supaya diterima di lingkungan, karna yang lebih penting itu menjadi diri sendiri. Kembangkan potensi yang dimiliki saja”- ftr


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUNJUNGAN PRAKTIKUM JURNALISTIK PRODI KPI SEMESTER 3 UIN MATARAM KE RADIO LOMBOK FM DAN KANTOR PWLT

MALIN KUNDANG

Kasus Pelecehan Seksual Penumpang Transjakarta